Welcome
6 Cara Mudah Mencegah Asma Saat Berolahraga

6 Cara Mudah Mencegah Asma Saat Berolahraga

Profimed. – Berolahraga dapat menyebabkan serangan asma, bukan hanya debu atau alergi. Ya, asma selama berolahraga sering terjadi dan tidak terduga. Namun, olahraga bisa menjadi salah satu pengobatan alternatif bagi penderita asma untuk mengurangi gejala gejala tersebut terjadi berulang ulang.

Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal membuktikan bahwa olahraga teratur selama 12 minggu dapat lebih mengontrol gejala asma jauh lebih baik. Tentu saja serangan asma saat berolahraga tetap bisa dihindari. Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah asma saat berolahraga. Ayo ikuti untuk membuat latihan tenang dan tubuh Anda bugar. Latihan tersebut sangat efektif untuk pencegahan asma.

Meski asma bisa datang diwaktu kita sedang berolahrga namun itu bisa ditangani dengan beberapa cara mudah dan sederhana. Untuk anda yang sedang mencari informasi tentang cara mencegah asma saat berolahraga, ini dapat menjadi solusi yang baik untuk anda lakukan sendiri. Nah berikut adalah cara yang untuk cegah asam saat olahraga :

Cara mudah mencegah asma saat berolahraga

  • Tutup mulut dan hidung Anda saat berolahraga di cuaca dingin

Ingatlah bahwa asma dapat menyerang kembali jika Anda menghirup udara dingin dan kering. Menutup mulut dan hidung akan mencegah udara dingin masuk ke saluran udara. Anda bisa menggunakan syal atau topeng. Trik ini akan menjaga udara di sekitar mulut Anda dan hidung Anda hangat dan lembab.

  • Kelola asma dengan baik

Mungkin Anda sudah tahu kalau asma adalah penyakit berulang yang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, Anda masih bisa mencegah asma kambuh. Jadi, untuk menghindari serangan asma saat berolahraga, Anda harus memastikan bahwa penyakitnya terkontrol dengan baik. Kendalikan asma Anda dengan minum obat yang direkomendasikan secara teratur. Ingat bahwa dianjurkan untuk minum obat tertentu secara teratur. Nah, cara mencegah asma saat sedang olahraga adalah menghindari berbagai pemicu. Ya, debu, udara dingin, asap rokok hingga polusi udara. Alih-alih berlatih olahraga luar ruangan yang berdebu, dingin, dan berpolusi, Anda dapat berolahraga di dalam ruangan. Ingatlah untuk memastikan gym yang Anda gunakan bebas debu dan udaranya sangat bersih.

  • Pilih jenis latihan yang sesuai

Agar asma tidak terjadi lagi selama berolahraga, pilih jenis olahraga yang tepat, yang tidak akan membuat Anda tersengal-sengal. Beberapa olahraga membuat Anda bernapas lebih cepat dari pada olahraga lain, seperti bola basket, lari jarak jauh, dan sepak bola. Semakin cepat bernafas, semakin tinggi risiko kekambuhan asma. Selama waktu ini, Anda dapat menikmati olahraga yang aman seperti baseball, lari santai, bola voli, gulat, binaraga, golf, bola tangkas, dan yoga. Jenis latihan ini berumur pendek, jadi Anda tidak perlu mengambil nafas terlalu sering untuk memberi diri Anda kesempatan untuk mengatur napas.

  • Jangan lupa melakukan pemanasan dulu

Banyak yang meremehkan pemanasan sebelum berolahraga. Meski pemanasan dimaksudkan untuk mempersiapkan tubuh dan tidak kaget saat berolahraga. Ini penting bagi siapa saja, termasuk mereka yang menderita asma. Karena pemanasan adalah cara untuk mencegah asma saat berolahraga. Perlahan meninggalkan jalan, lanjutkan dengan joging selama 30 detik dan istirahat selama 60 detik. Anda bisa melakukannya 2-3 kali. Pemanasan sebelum berolahraga dapat dilakukan selama 5 hingga 10 menit, tergantung kondisi masing-masing tubuh.

  • Bersiaplah terlebih dahulu

Meskipun Anda dapat mencegah asma selama berolahraga, Anda masih perlu menyiapkan nebulizer dan inhaler selama berolahraga. Jika Anda takut berolahraga karena asma Anda, yang terbaik adalah berkonsultasi dan berdiskusi dengan dokter Anda.

  • Biasakan bernafas melalui hidung saat berolahraga

Secara umum, selama latihan fisik orang sering bernafas melalui mulutnya. Memang, bernapas di mulut Anda akan menarik lebih banyak udara dari pada yang Anda hirup melalui hidung. Tetapi tidak seperti hidung, mulut tidak memiliki rongga sinus atau rongga seperti hidung yang membantu menghangatkan dan menghidrasi udara yang masuk. Ketika Anda terbiasa bernapas melalui hidung, Anda akan menjaga agar udara yang dihirup tetap hangat dan lembab untuk menghindari asma.

Tidak bisakah saya berlari jarak jauh atau bersaing di bola basket atau sepak bola?

Ketika Anda berlari maraton, bola basket atau sepak bola adalah olahraga favorit Anda, tetapi Anda menderita asma, jangan berkecil hati! Anda masih bisa berlatih olahraga ini dengan aman. Anda dapat mencegah asma dengan menggunakan obat-obatan seperti short-acting beta-2-agonist (SABA), kortikosteroid inhalasi dosis rendah, long-acting beta-2-agonist (LABA) dan kortikosteroid inhalasi dalam dosis tinggi.

Beberapa obat ini termasuk dalam kelas obat yang diizinkan untuk digunakan dalam persaingan (doping tidak dipertimbangkan). Tetapi ada juga obat-obatan yang harus Anda laporkan ke agen anti-doping saat digunakan dalam kompetisi. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang dosis dan penggunaan yang tepat.